Akhir Hayat dan Wasiat Kakuzu


Gerne : Comedy, Drama. |
Credit Fanfic : AeriaCatZ
Penulis Fanfiction : AeriaCatZ
Story by : AeriaCatZ



Sang bendahara Akatsuki itu
terbaring di kasurnya yang
keras itu, perlahan ia
menutup matanya dan
membukanya kembali. Ia
sudah tak bangkit tegak lagi. Jangankan berdiri, duduk saja
ia tidak bisa. Ia hanya bisa
terbaring lemah.

Para dokter mengatakan
bahwa Kakuzu akan
meninggal karena umur,
tentu saja hal itu membuat
Akatsuki shock dan ada juga
yang biasa saja. Yah, mungkin karena umur Kakuzu yang
sudah 90 tahun lebih itu. Jadi
wajar-wajar saja bila Kakuzu
akan meninggalkan Akatsuki
selamanya.

Sementara itu ketujuh (tidak
ada Zetsu dan Kisame)
makhluk-makhluk lucknut itu
terisak dan hanya bisa
menangis melihat kondisi
Kakuzu. Kondisinya sudah bisa dibilang sakaratul maut,
nyawanya sudah tidak dapat
ditolong lagi, malaikat
pencabut nyawa duduk di
kursi yang menganggur yang
berada di ruangan tersebut. Ia menunggu waktu kerjanya
tiba.

"Siapa yang akan mengatur
keuangan?"

"Siapa yang akan mencari
uang?"

"Siapa yang akan membelikan
kebutuhan Akatsuki?"

"Siapa yang akan membeli
lolipop, origami, pieching
baru, tanah liat, boneka
barbie, sempak Jashin,
tanaman, ikan, krim anti
keriput dan semacamnya?"

"Siapa yang akan menagih
uang kas?" Anda bisa
melupakan yang satu ini.

Itulah yang diperdebatkan
Akatsuki. Apakah mereka
harus mencari anggota baru
sebagai Bendahara? Tapi itu
tidak mungkin. Siapa yang
ingin masuk ke organisasi perkumpulan orang-orang
sesat dan tidak waras? Miskin
pula.

"Semuanya, tolong
mendekatlah." Kakuzu
memanggil (mungkin) teman
organisasinya dengan suara
yang sudah serak.
Semuanyapun mendekati Kakuzu dengan wajah yang
masih berlinangan air mata.

"Saya sebagai bendahara
Akatsuki, ingin
menyampaikan sesuatu
kepada kalian semua. Tolong
dengarkan baik-baik."
Akatsukipun mengangguk, Itachi telah menyiapkan
perekam suara agar ia bisa
menjualnya di OX.com.

"Untuk Konan, kau adalah
satu-satunya perempuan di
Akatsuki ini. Saya memohon
padamu untuk mejaga
Akatsuki, jangan lupa
memberi mereka makan. Jika bukan kau siapa lagi? Itachi?
Tidak! Dia masak air saja
gosong. Dan juga jika belanja,
tawarlah dengan harga
terendah. Aku percaya
padamu." Konan mengangguk pelan sambil menitikkan air
matanya membuat make
upnya jadi luntur.

"Tobi. Kau anak yang baik,
jadilah anak yang selalu aktif
dan ceria. Ramaikanlah
Akatsuki dengan
kekonyolanmu itu. Ini lolipop
untukmu." Tobi langsung teriak-teriak tidak jelas
karena kesedihannya yang
mendalam. Ia langsung
menerima lolipop tersebut
dan memakannya. Kemudian
dia kejang-kejang, dan pingsan dengan mulut
berbusa. Setelah diteliti,
ternyata lolipop itu sudah
kadaluwarsa 6 tahun yang
lalu.

"Dan untuk Hidan. Sebagai
patner mu, aku berterima
kasih karena sudah kau
menyusahkanku. Kau benar-
benar merepotkan, cerewet,
kasar, gak tau diri, ceroboh, tolol, dan bla bla bla. Aku
minta maaf karena aku sudah
menjual sabitmu." Hidan
menangis keras meraung-
raung. Ia tidak terima bahwa
sabit kesayangan telah dijual oleh bendahara lucknut ini.

"Pein, kau ketua yang baik
dan lucknut. Maafkan aku jika
aku ada kesalahan. Aku
mengakui bahwa yang
memberitahu Konan tentang
majalah xXx itu adalah aku." Kata Kakuzu, sedangkan Pein
sudah mengamuk-ngamuk
sambil berusahan menusuk
Kakuzu tapi ditahan oleh
Itachi. Ternyata selama ini
Kakuzu yang mengadu ke Konan.

"Dan untuk Itachi, maaf.
Sebenarnya aku yang menjual
krim anti keriput milikmu
itu." Sambung Kakuzu lemah.
Itachi yang awalnya menahan
Peinpun ikut-ikutan ingin menusuk Kakuzu. Pada
akhirnya, mereka berdua
dikurung disangkar mereka.

"Sasori, Deidara. Kalian orang
sangat (tidak) berbakat
dalam seni. Aku harap kalian
bisa mencari uang dengan
karya seni kalian. Jangan lupa
mandi dua kali sehari. Kalian bau sekali." Kakuzu menutup
hidungnya karena tidak ingin
mencium bau busuk yang
diberikan oleh Sasori dan
Deidara yang diakibatkan
tidak mandi selama 2 bulan. Akatsuki yang lain langsung
menjauh sebab tidak ingin
mencium bau itu juga.

Kakuzu kembali
menghembuskan nafasnya.
Malaikat maut langsung
berdiri dan berjalan menuju
Kakuzu, melihat Kakuzu yang
terbaring lemah itu. Sang Malaikatpun melaksanakan
tugasnya. Untuk terakhir
kalinya Kakuzu menutup
matanya pelan dan
menghembuskan nafas
terakhirnya.

Sudah dipastikan, bahwa
Kakuzu bin Jahannams udah
tiada. Dan Akatsukipun
langsung bersorak bahagia.

THE END > ITU ARTINYA TAMAT COEG!







CERITA "DISTRIK 4v4 CHAPTER 2" KEMUNGKINAN AKAN DI JADWALKAN HARI SELASA/RABU AKAN SEGERA DI RILIS. terima kasih pada Viewer Chapter 1 Distrik 4v4 : 108x

Tempat Download Film Gratis, Fast Update Film Terbaru :
TEMPAT DOWNLOAD FILM GRATIS

GB-FILM .Inc